5 Jenis Alat Tukang Listrik saat Pemasangan Instalasi

Instalasi listrik merupakan sebuah bagian penting yang dilakukan tukang listrik pada sebuah bangunan. Instalasi listrik dilakukan agar kamu dapat melakukan aktivitas dengan lancar. Berikut alat-alat yang akan digunakan saat dilakukannya pemasangan instalasi listrik.

Sekring dan Box MCB

1. APP dari PLN (kWH Meter)
APP merupakan sebuah alat pengukur dan pembatas yang lebih dikenal dengan nama meteran PLN atau kWH meter. Alat ini digunakan untuk tempat penyambungan kabel dari tiang listrik ke instalasi yang ada di dalam rumah.

APP ini juga menjadi tolak ukur besaran daya listrik (kWH meter) yang digunakan pada sebuah rumah, dan akan pemutus arus jika pemakaian yang dilakukan berlebihan. Pemutus arus yang digunakan adalah MCB (mini circuit breaker) atau sekring. Cara kerja APP adalah dengan menyalurkan arus listrik menuju ke PHB (perlengkapan hubung bagi) yaitu box MCB.

2. Sekring dan Box MCB
Sekring dan box MCB berfungsi sebagai pengaman arus listrik saat terjadi permasalahan pada listrik di rumah. Sekring merupakan pengaman pertama yang akan bekerja lebih cepat untuk memutuskan listrik saat terjadi gelombang listrik yang bermasalah. Cara kerjanya yaitu dengan melelehkan potongan logam sehingga memutuskan arus listrik.

Sekring ini hanya sekali penggunaan, jika sudah putus maka harus diganti dengan yang baru. Box MCB pengaman kedua bagi arus listrik di rumah yang berfungsi sebagai pemutus arus listrik dengan beban yang lebih. Penggunaannya lebih lama dibandingkan sekring.

3. Kabel NYM dan Kabel BC
Dua jenis kabel yang digunakan saat pemasangan instalasi adalah kabel NYM dengan fungsi untuk menghubungkan kWH meter (sumber listrik). Kemudian kabel BC yang berfungsi sebagai penghubung sumber listrik dengan batang arde yang letaknya cukup berdekatan. Kedua kabel ini cukup mahal sehingga kualitasnya dalam mengantarkan arus listrik juga terjamin.

4. Pipa Conduit
Pipa conduit adalah jenis pipa pelindung yang berfungsi sebagai pelindungi kabel yang digunakan dalam pemasangan instalasi listrik agar tidak terjadi korsleting. Terjadinya korsleting karena adanya pembungkus kabel yang terkelupas. Pipa ini juga menjadi pelindung tukang yang memasangkannya dari terjadinya kecelakaan selama pemasangan.

Pipa ini juga akan mempermudah untuk melakukan penggantian kabel-kabel saat terjadi kerusakan. Bahan pembuat pipa instalasi yaitu tahan terhadap tekanan mekanis, panas, dan tidak dapat menjalarkan api serta memiliki kelembapan.

5. Stop Kontak, Saklar, dan Fitting Lampu
3 komponen ini merupakan alat yang menjadi tanda selesainya pemasangan instalasi listrik. Fungsi dari stopkontak yaitu untuk mendistribusikan energi listrik dari instalasi rumah kepada alat elektronik yang digunakan.

Komponen saklar dan fitting lampu adalah sebagai sirkit penerangan pada instalasi listrik rumah. Saklar digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu rumah sedangkan fitting digunakan untuk tempat pemasangan lampu. Kedua komponen ini tidak dapat dipisahkan karena saling mendukung.

5 alat di atas merupakan alat utama yang akan selalu dibawa saat pemasangan instalasi listrik. Tukang listrik memiliki berbagai jenis alat lainnya yang akan membantu pemasangan listrik di rumah kamu dengan aman dan terkendali.

Komentar